Cerita Ku Tentang Cheers. . .

Hii…. Nama ku Listia supriati, orang2 terdekat ku biasa memanggilku tya. . aku anak pertama dari dua bersaudara, hobby ku menyanyi dan menari. sudah dari kecil aku bisa menari , dan cita2ku kalau sudah besar akuingin sekali meneruskan hobbyku itu. sampai pada saatnya aku bersekolah disekolahan yang sudah dari awal aku pesimis untuk bisa masuk kesekolah tersebut, karena apa?? aku memandang dan mengukur kemampuan yang aku punya rasanya tak mungkin bisa bersekolah di tempat yang serba ketat peraturannya. . tapi disini , di smk telkom aku mendapatkan semuanya, dari persahabatan, cinta dan meneruskan hobbyku yang tertunda.

ada beberapa ekskul disekolahku,yang slah satunya ekskul yang aku impi2kan untuk bisa bergabung kedalamnya yaitu Cheerleader. . . tapi aku sudah terlanjur ikut ekskul karate, karate juga salah satu keinginanku untuk bisa belajar beladiri karena untuk mengikuti jejak ayahku. sudah jalan berapa bulan aku mengikuti ekskul karate , dan disaaku sudah jatuh cinta pada ekskul itu, tiba2 ada pendaftaran anggota baru cheerleader, tapi dengan semua kekurangan dan keterbatasanku, aku minder untuk mendaftarkan diri dan lagi pulahari latihannya bentrok dengan jadwal latihan kareateku.

masukan demi masukan dari para sahabat aku tmpung , tapi pada saat itu orang yang sedang menjadi pacarku itu marah dan tak menyetujui aku ikut cheers . distu aku bimbang untuk memilih orang yang aku sayang atau mengabulkan cita2ku untuk ikut cheers.

Semalam suntuk aku memikirkannyadan sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk ikut cheers dan rela diputusin sama orang yang aku sayang. . sedih sich rasanya. . tapi para sahabat ku disekolah bilang ” kesempatan gak bakal dateng 2x, jarang ada sekolah yang ada ekskul cheersnya ” akhirnya aku bangkit dan yakin kalau aku bisa dapat dua-duanya. .  cheers dan cintaku kembali. .

akhirnya dya mau kembali dan mau menerima ke sebagai anak cheer.

pertama-tama mnder ikut chers cuz aku ndut, eh..tp ada yang lebih endut dari aku kok.. sumpah pegel-pegel banget pertama latihan tapi happy kok. . baru 4x pertemuan aku sudah diikuti lomba oleh pelatih ku, aku ikut lomba yang The a Team selenggarakan di Buaran Bekasi, lombanya bernama ” Buaran Cup ” alhamdulilah walaupum pendatang baru diantara teman-teman  team yang lain  tapi team ku mendapat 3piala, yaitu The best Senior Squad, The best New Camer, The best Sinopsis. dari situ The a team dan sekolah percaya kalau team cheers ku bisa menang di beberapa event perlombaan, diantaranya lomba di Gor Pertamina dapat piala dengan kategori The best Piramid, di SMA 68 Jakarta mendapat Juara 2, Lomba di Mall Ciputra ( CL ) dapat The best piramid, dll.

walaupun posisi ku paling bawah ( base ) tapi aku sangat berperan karena selain aku bisa jadi base , akupun jadi dancer dan yang bisa gimnastic diantara yang lain ( walaupun ndut tapi badan ku lentur ), aku ikut cheers hanya sampai awal kelas 3 karena Ujian Nasional ( UN ) sudah di depan mata, jadi aku gak bisa bagi fikiran ku buat yang lain. sekarang itu semua tinggal kenangan dan CTS akan selalu di hati….

Add a comment January 1, 2010

FoTo-FoTo Cheers

Ini adalah Logo CTS ( Cheers telkom sandhy )

INI ADALAH PIRAMID WOLFWALL.

INI ADALAH PIRAMID LIBERTY PADA SAAT CTS LATIHAN DISEKOLAH.

INI ADALAH GIMNASTYC YG BERNAMA HERKIE.

INI ADALAH GIMNASTYC YG BERNAMA X-JUMP.

INI adalah foto CTS lagi lomba di Sma 68 jkt. piramid Basket Toss.

Add a comment January 1, 2010

Sejarah CheerLeader

Tak kenal maka tak sayang.. Peribahasa ini sudah tentu berlaku untuk semua kegiatan yang kita lakukan, termasuk juga Cheerleader. Jadi rasanya ga lengkap kalo kita rajin latihan Cheerleader, ikut setiap kompetisi, tapi ga pernah tau sejarah Cheerleader. Cheerleader yang pertama muncul di University of Minnesota pada tahun 1898. Ide untuk membentuk Cheerleader ini muncul gara-gara pada saat itu tim footbal kampus mereka mengalami musim yang sangat mengecewakan, hampir selalu kalah dari tim-tim footbal kampus lain. Semua mahasiswa University of Minnesota setuju bahwa suatu langkah harus segera diambil agar tim mereka mampu bertanding lebih baik.

Beberapa saat sebelum pertandingan melawan Madison Wisconsin, mereka pun berkumpul untuk membicarakan tentang hal ini. Di pertemuan itu, salah seorang profesor Universitas menyatakan hasil risetnya yang menjadi inspirasi bagi para mahsiswa, yakni suatu “rangsangan” dari luar secara bersama-sama dari beberapa ratus mahasiswa akan memberikan energi positif bagi tim dan akan membantu tim untuk menang. Bermodalkan hasil riset ini, mereka pun berangkat ke stadion untuk memberi semangat bagi tim footbal mereka.

Namun ternyata hasilnya tidak memuaskan. Tim footbal Minnesota tetap mengalami kekalahan telak 28-0, kendati ratusan mahasiswa telah bersorak sorai dari bangku penonton. Hasil riset sang profesor ternyata tidak berlaku seperti yang mereka harapkan. Namun mereka tidak menyerah dan kembali memikirkan bahwa sesuatu harus dilakukan untuk menghentikan penampilan tim mereka yang buruk. Lalu muncullah JACK CAMPBELL, mahasiswa tingkat satu dari fakultas kedokteran, yang menjadi orang pertama yang menjadi Cheerleader. Dia berpendapat bahwa seseorang harus menjadi pemimpin untuk mengatur dan mengkoordinasikan para suporter. Ia juga berpendapat bahwa harus ada suatu yang beda dari yang lain. Maka di pertandingan berikutnya, Jack Campbell menyorakkan Cheer untuk pertama kalinya, yang menjadi sangat populer sampai sekarang :

“RahRahrah!
Ski-u-MahHoo-Rah
Ho-Rah!
Varsity! Varsity!
Min-e-so-tah!

Sayang sekali tidak diceritakan bagaimana penampilan tim footbal University of Minnesota semenjak saat itu. Namun yang jelas, University Of Minnesota kembali membuat tonggak sejarah dalam sejarah Cheerleader dunia, yakni pada sekitar tahun 1920, dengan memasukkan unsur sport dalam tim Cheerleader, yakni dengan berbagai gymnastic dan tumbling routines. Hal inilah yang membuat Cheerleader sampai sekarang dikenal dengan kemampuan atletis mereka, bukan hanya sekedar sorak sorai saja. Pada tahun 1930an, showmanship makin berkembang dalam penampilan tim Cheerleader, dan membuatnya menjadi semakin menarik untuk ditonton. Penggunaan megaphone dimulai sekitar tahun 1940an, dan pom-pon sekitar tahun 1950an, dipelopori oleh Lawrence Herkimer. Lawrence Herkimer ternyata tidak saja mempelopori penggunaan pom-pon dalam Cheerleader, namun juga membentuk National Cheerleading Association di Southern Methodist University, setelah ia mengadakan klinik Cheerleader untuk pertama kalinya pada tahun 1946 dan 1947. Lawrence juga menjadi pelatih dalam Cheerleading Camp yang pertama yang pernah diaadakan, yakni di Sam Houston College. Pada tahun pertama, 52 wanita ikut serta dalam Cheerleading Camp tersebut, dan pada tahun berikutnya, peserta membludak menjadi 350 peserta. Lawrence tidak pernah tau, bahwa saat ini, setidaknya 20.000 anggota Cheerleader ikut serta dalam Cheerleading Camp yang diselenggarakan setiap musim panas tiap tahunnya. Nama Lawrence Herkimer kemudian diabadikan menjadi nama salah satu jumps dalam Cheerleader, yakni “Herkie”.

Demikianlah sejarah singkat Cheerleader. Cheerleader, percaya atau tidak, pada awal munculnya didominasi oleh pria, bahkan wanita dilarang untuk ikut dalam tim Cheerleader. Keadaan ini mulai berubah sejak banyak remaja pria diikutsertakan dalam wajib militer di Perang Dunia ke II, sehingga memberi kesempatan untuk remaja wanita untuk ikut serta dalam tim Cheerleader. Sejak saat itu sampai sekarang, lebih dari 90% anggota tim Cheerleader adalah wanita.

Add a comment January 1, 2010

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 comment September 10, 2009

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

February 2012
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Most Recent Posts

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.